“di atas normal”

Published March 16, 2012 by crystalights

kebelakangan ni kesibukan melanda

 

but it’s allright,

i want to embrace it with open arms.

 

anyway,

bukankah hidup yg bermakna adalah hidup yg bermanfaat?

 

hidup dimana tenaga + masa + usaha bukan spenuhnya terhambur pd pkara yg manfaatnya sifar.

 

i think

it’s either you control it, or it controls your life.

 

sbb, siapa lg yg akan pelihara kita?

sebaik2 pemelihara itulah Allah.

tapi usaha kita itulah pengiring yg terbaik bagi tawakal dan doa.

bukankah

“setiap manusia itu pemimpin,

dan setiap pemimpin itu bertanggungjawab ke atas pimpinannya?”

 

walau kita hanya memimpin diri sendiri

tak bermakna kita tak perlu mengendahkannya

 

dalam hidup ni apa yg penting?

 

bila amalan fardhu dipelihara kerana-Nya,

kemudian usaha2 seperti mnjlnkn tnggungjawab2 tertentu atau pencarian rezeki & etc. adalah utk manfaat diri dan umat-Nya,

seterusnya perhubungan dgn ciptaan2-Nya dijaga utk meraih redha-Nya,

bukankah itu kehidupan yg bermakna?

kehidupan yg bertumpu pd usaha utk bermanfaat kpada diri dan umat.

 

if i care about what i feel more than how i care about all of the above,

to the point where i don’t want people to say ANYTHING about my amalan fardhu,

or my attempts on the effort/usaha2 (ke arah manfaat) termasuk dlm mnympurnakan tnggungjwb atau mncari rezeki (lillahi Ta’ala) & etc,

and then i don’t want to jaga my perhubungan dgn ciptaan2-Nya kerana-Nya,

then what is it that i am living for?

 

adakah utk aku spend the whole time for something yg sifar manfaat dan tiada makna?

berbaloi ke nak give up some things that are so valuable, for nothing but temporary relief and false assurances?

jadi aku berseronok sendirian di atas keringat dan kudrat insan2 lain yg berusaha menunaikan tugas perhambaan mereka kerana-Nya?

bukankah tibanya agama-Nya kepada aku adalah kerana org2 terdahulu di zaman terdahulu tidak hanya berseronok sndirian di atas keringat dan kudrat insan2 lain?

 

is it enough for me to just spend time only doing things that i want or like and only for my own selfish self, and then when i’m with people i still want to let my selfishness manifest itself so massively to the point where my feelings are prioritized above the rights of others?

bukankah org lain yg punya hubungan dgnku juga punya hak ke atas ku?

bukankah Tuhan yg mnjadikan aku juga punya hak ke atas ku?

 

boleh ke aku terus2an hanya inginkan/lakukan segala yg diingini hatiku dgn mengenepikan segala hak2 yg lain ke atasku?

 

bukankah ibarat seperti berpaut pd secebis khayalan

bila terjaga dari lena, semuanya hilang dari mata

realiti bukan mimpi2 yg akan berlembut dgn kealpaan diri kita

mungkin setiap hari adalah satu pengajaran

dimana proses pembelajaran tidak akan menunggu kita bangun dari dongengan kosong

 

“life is not a bed of roses”.

semua perkara menuntut sesuatu.

bukan sekadar kita menghela nafas dan membuka mata maka semua akan tertunai.

tidak.

hakikat hidup tidak begitu.

 

so why would you be so angry and upset over something that is so very..normal?

 

because it is normal that most desirable things require usaha and effort.

and it is normal that amalan fardhu itu sebahagian dari kewajipan.

it is also normal that perhubungan sometimes requires penjagaan dan respect.

 

jadi apa yg begitu luar biasa sekali sehingga lahirnya ekspresi penuh emosi yg begitu mengetepikan hak2 insan lain itu?

 

what is it that you’re faced with, that hundreds or thousands of other people could possibly be facing (or perhaps in even worse conditions) for a greater cause?

is it for a greater/better/good cause?

or is it for yourself and your whimsical cause?

 

saat kata2 tak memberikan erti

lalu

apa lagi yg tinggal?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: